Kamis, 20 Desember 2012

"Penyempurnaan UAS Psikologi Belajar"

Dinamika Pembelajaran Mata Kuliah Psi. Belajar

Sewaktu kenaikan semester tiba, cukup membuat saya bingung untuk  mengambil mata kuliah apa disamping skripsi. Akhirnya, saya mengambil 5 mata kuliah dan skripsi, ternyata mata kuliah pilihan saya masih kurang 1 lagi. Dan jadilah saya mengambil mata kuliah Psikologi Belajar. Pertama kali mengikuti mata kuliah psikologi belajar, Bu Dina langsung menyampaikan kontrak dan kesepakatan pembelajaran di awal. Saat memasuki kelas dan ternyata cukup banyak juga yang mengambil mata kuliah ini, dan saya mengira angkatan 2008 hanya saya saja, ternyata tidak, ada teman saya 1 lagi, Suci. Hehehe.. 

Tak lama kemudian, Bu Dina menyampaikan kontrak kuliah yang berbentuk mindmap. “Wah, keren juga tampilan kontraknya berbentuk mindmap..hehehe” (soalnya baru ini dosen menyampaikan kontrak dengan cara unik). Lalu, Bu Dina menerangkan materi-materi dan tujuan pencapaian mengikuti mata kuliah psikologi belajar ini. Dan Ibu mengatakan, kalau semua tugas nantinya akan berkaitan dengan blog dan posting. Hmmm, blog?! Masih asing terdengar bagi saya.. Saya pun langsung berpikir untuk meminta bantuan teman agar dibuatkan blog, maklum saya belum memiliki blog saat itu sedangkan teman angkatan lainnya sudah memiliki blog hehe..

Lalu Bu Dina mengatakan agar kami membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang, jadilah saya sekelompok dengan Serefy dan Juli angkatan 2009, setelah itu Bu Dina membacakan tugas demi tugas yang disepakati bersama yang akan dijalani selama perkuliahan dan tentu saja nantinya hasil tugas tersebut akan diposting di dalam blog.

Singkat kata, jadilah blog yang saya buat dengan bantuan teman saya. Memasuki minggu kedua, ada tugas kelompok yang berkaitan dengan Materi A, minggu ketiga berkaitan dengan Materi B, dst. Tugasnya pun ada yang diposting secara kelompok ada juga yang secara individual. Dalam mata kuliah Psikologi Belajar ini saya merasa bahwa materi-materi yang ada sudah cukup familiar karena telah dipelajari pada semester-semester sebelumnya. Jadi, bagi saya sendiri, pemahaman akan materi-materi maupun tokoh-tokoh psikologi sudah tidak terdengar asing lagi. Banyak hal dan pengalaman selama mengikuti kuliah Psikologi Belajar ini. Bu Dina selalu mengajarkan dan menyampaikan materi dengan mudah dipahami, yang tentu saja berfokus pada student centered agar mahasiswanya terlibat aktif dalam proses belajar.

Pernah pada suatu minggu (minggu ke-4 atau ke-5 ya hehehe saya lupa :D), saat Bu Dina memasuki kelas dan langsung mengatakan “tutup semua buku kalian dan simpan, duduknya kelang-kelang satu”. Seisi kelas pun langsung panik karena takut akan adanya kuis secara tiba-tiba. Saya pun juga ikut panik dan bertanya pada teman disebelah “hah..kenapa?ada kuis ya?duh belom belajar,gak ad abaca buku..” teman-teman yang lain pun langsung berpindah tempat duduk dan kelang satu. Lalu, Bu Dina mengatakan “tenang aja..gak kuis kok”. Kami pun semua menjawab “oohhhh..”. hati pun lega hehehe.. selanjutnya Bu Dina membagikan kertas HVS, karton kecil dan 1 sertifikat yang sudah tidak terpakai lagi. Ternyata kami disuruh membuat kreasi sesuka hati dengan ketiga stimulus yang diberikan tadi, dan diberikan waktu 30 menit. Waduhh, saya pun langsung blank.. apa yang harus saya buat dengan ketiga benda ini”. Akhirnya saya membuat kapal, kipas, dan karton kecilnya dibuat menjadi penyangga kipasnya. Dan di akhir, Bu Dina memberikan reward kepada teman-teman yang membuat karya sekreatif mungkin. 

Saya salut melihat mereka bisa membuat karya yang sangat kreatif lalu saya berkata dalam hati “oohh iya yaa..kenapa gak saya buat seperti benda yang mereka buat yaa..hahhaha.” Seperti teori yang dikatakan Thorndike, yaitu ada tiga komponen penting dari perubahan perilaku : (a) kesempatan dimana perilaku terjadi, (b) perilaku itu sendiri dan (c) konsekuensi dari perilaku. Dalam hal ini, Bu Dina memberikan games dengan tiga stimulus tersebut dan bagaimana kita berproses untuk menjadikannya dalam sebuah perilaku, serta ada konsekuensi dari perilaku yang kita timbulkan. Skinner mengatakan ada suatu reinforcement yang diberikan ketika suatu perilaku yang diharapkan muncul. Setelah games selesai, Bu Dina memberikan reward kepada teman-teman yang membuat karya terbaiknya. Dari hal ini, banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan. Ya..itulah proses pembelajaran... tidak semua orang bisa menciptakan karya yang indah tetapi semua orang bisa berkreasi dan berproses serta berusaha untuk menjadikan bagaimana agar semuanya indah. Yang terpenting adalah usaha dan kerja keras kita, semua bisa kita raih asalkan kita tetap mau mencoba. :)

Pada saat tugas mengobservasi ke sekolah, dari sini kita juga banyak mendapatkan pengalaman yang berharga. Kita menjadi lebih tau bagaimana seharusnya peran pengajar dan siswa di dalam kelas. Teman-teman kelompok lain mengatakan, kalau di kelas yang mereka observasi siswanya sangat tidak menunjukkan sebagaimana peran seharusnya sebagai siswa yaitu belajar. Kebanyakan siswa banyak mengobrol dengan siswa lainnya bahkan ada yang main game sewaktu belajar, dan lebih parahnya lagi ada siswa yang tertidur di kelas sewaktu guru menerangkan pelajaran, tetapi sang guru malah membiarkan siswanya tertidur dan tidak menegur. Berbeda dengan hal ini, di kelas yang saya observasi, siswa dan gurunya saling menunjukkan peran sebagaimana mereka di dalam kelas, yaitu belajar. Guru menerangkan materi secara rinci dan memberikan pertanyaan kepada siswa setelah ia menerangkan, siswa pun aktif berdiskusi dan menjawab pertanyaan sang guru. Tak ada satupun siswa yang terlihat bermain game, mengobrol atau tertidur di dalam kelas. Bila dikaitkan dengan Teori Asumsi Belajar Kognitif-Sosial ada 3, yaitu : (a) pemelajar dapat mengabstraksi informasi dari pengamatan terhadap oranglain, membuat keputusan tentang perilaku yang akan dijalankan, (b) tiga cara relasi yang saling terkait antara lingkungan dan kejadian personal internal, (c) belajar adalah akuisisi representasi simbolik dalam bentuk kode verbal dan visual. Dalam hal ini, sebaiknya siswa yang telah mendapatkan informasi berupa pelajaran dari guru, harus bisa membuat suatu keputusan dalam belajar. Siswa, guru, serta pihak sekolah yang terkait juga harus saling bekerjasama agar dapat membangun pembelajaran yang lebih baik lagi kedepannya. Guru juga harus saling membantu dan mengajari siswa mengenai pemakaian symbol dan kode visual maupun verbal kepada siswa agar siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran. Inilah realitas sekilas kehidupan di dunia pendidikan kita, masih banyak yang harus kita benahi agar kehidupan pendidikan kita menjadi lebih baik lagi. Pengajar dan siswa sebaiknya saling bekerjasama guna meningkatkan proses pembelajaran dan pengajaran yang dapat menjadikan kehidupan di sekitar dunia pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju lagi.

Terkait dengan hal penugasan dalam mata kuliah Psikologi Belajar dengan mata kuliah lain dalam semester ini, saya merasa mata kuliah Psikologi Belajar banyak memberikan hal-hal baru, pengalaman, dan pembelajaran bagi saya. Pada semester ini saya mengambil mata kuliah lain yaitu Psikodiagnostik 1, Perkembangan 1, Pum 2, dan Filsafat. Dalam mata kuliah lain seperti Psikodiagnostik 1, Perkembangan 1, dan Pum 2 tugasnya seperti biasa yaitu hanya presentasi saja, tetapi sekali-sekali dosen juga memberikan tugas pada saat perkuliahan dan biasanya itu adalah tugas kelompok yang dikerjakan hari itu juga dan harus selesai pada saat perkuliahan berakhir. Tugasnya pun tidak sebanyak pada kelas besar karena saya banyak mengambil kelas simultan pada semester ini. Sedangkan pada mata kuliah Filsafat, karena banyak senior angkatan atas yang mengambil termasuk saya, Bapak Dosen hanya memberikan tugas kelompok yang berkaitan dengan psikologi dan filsafat yang harus dikumpul pada saat ujian tengah semester maupun akhir semester. Kami tidak wajib mengikuti perkuliahannya setiap minggu, hanya diberikan tugas kelompok saja. Pada mata kuliah pilihan yaitu Psikologi Belajar ini, boleh dibilang Bu Dina mengajarkan kami dengan cara yang berbeda dan unik. Semua tugas berkaitan dengan e-learning yaitu blog. Cara penyampaian materi pun berbeda dengan kebanyakan mata kuliah lain. Kalau mata kuliah lain hanya presentasi dan tanya jawab, sedangkan di Psikologi Belajar ini kita menjadi lebih tau dan kreatif, misalnya saja pada saat Bu Dina memberikan tugas 3 stimulus yang saya ceritakan diatas, dan ternyata proses kita membuat tiga benda kreatif itu merupakan pembelajaran dari tokoh A. Lalu, ada tugas yang berkaitan dengan pengalaman individu yang nantinya dikaitkan dengan teori dari tokoh B. Tugas yang disajikan dengan cara bermain game dalam kelompok yang nantinya akan berkaitan dengan teori dari tokoh C. Serta tugas observasi sekolah yang harus dikaitkan dengan teori dari tokoh D. Semua hasil tugas nantinya akan diposting di dalam masing-masing blog yang kita miliki. Hal ini cukup sangat unik bagi saya, karena saya mendapatkan hal baru, wawasan baru, dan pengetahuan yang lebih banyak lagi seputar dari pembelajaran e-learning ini. 

Dalam teorinya, Vygotsky menjelaskan adanya perbedaan dan kesiapan individual dalam proses belajar. Perbedaan individual yaitu bagaimana individu menggunakan kapasitasnya yakni, peran mereka dalam personalitas yang merupakan faktor penting dalam menentukan perbedaan individual. Semua orang itu unik dan mempunyai cara belajarnya sendiri, yang penting bagaimana kita bisa memfokuskan perhatian pada sejumlah materi yang diberikan. Kesiapan belajar, dimana dalam hal ini muncul fungsi kognitif, individu harus termotivasi dan dapat menggunakan pemikirannya untuk memproses sejumlah informasi atau materi yang diberikan dosen atau guru dalam sebuah proses belajar mengajar.

1 komentar:

  1. ulasan yang baik Beby...sayangnya di bagian akhir, nama Vygotsky muncul tapi tidak cukup mendapat pembahasan yang sepadan :)

    next time better..:)

    BalasHapus